Benteng Amsterdam Ambon: Menguak Sejarah Loji Portugis, Benteng Tertua di Maluku, dan Keunikan Arsitektur Block Huis

Di wilayah yang sarat akan aroma pala dan cengkeh, di perbatasan Negeri Hila dan Kaitetu, Kabupaten Maluku Tengah, berdiri tegak sebuah saksi bisu perebutan rempah-rempah yang mengubah sejarah dunia: Benteng Amsterdam. Benteng ini merupakan salah satu Benteng Tertua di Maluku dan menjadi destinasi wajib dalam Wisata Sejarah Ambon. Lebih dari sekadar bangunan pertahanan, Benteng Amsterdam adalah perpaduan unik antara arsitektur kolonial bergaya Block Huis dan pemandangan laut yang menenangkan.

Artikel ini akan membawa Anda menelusuri akar sejarahnya, mengupas keunikan arsitekturnya, dan memberikan panduan praktis untuk mengunjungi salah satu monumen terpenting di Maluku.

 

1. Sejarah Panjang dari Loji ke Benteng

Kisah Benteng Amsterdam dimulai jauh sebelum ia menjadi benteng pertahanan VOC.

Berawal dari Loji Penyimpan Rempah Portugis

Sebelum bangsa Belanda menjejakkan kaki dan menguasai jalur perdagangan, lokasi Benteng Amsterdam saat ini adalah sebuah loji—gudang penyimpanan rempah-rempah—milik Bangsa Portugis. Loji ini sangat vital bagi perdagangan Portugis karena Teluk Ambon adalah jalur keluar-masuk utama kapal-kapal dagang di Maluku pada masa itu.

Perebutan dan Pembangunan oleh VOC (1642-1656)

VOC (Perusahaan Dagang Hindia Timur Belanda) melihat lokasi ini sebagai pos yang sangat strategis. Pembangunan kembali loji ini menjadi benteng pertahanan dimulai pada tahun 1642 di bawah pimpinan Gerrard Demmer.

Pembangunan rampung pada rentang waktu 1649 hingga 1656, diselesaikan oleh Gubernur Jenderal Arnold de Vlaming van Ouds Hoorn. Benteng ini kemudian diberi nama Benteng Amsterdam, sebagai simbol pengambilalihan dan pengukuhan kekuasaan VOC di wilayah kepulauan rempah ini. Benteng ini memainkan peran krusial dalam pertikaian antara VOC dengan Kerajaan Hitu yang berlarut-larut.

 

2. Keunikan Arsitektur dan Struktur

Benteng Amsterdam memiliki gaya arsitektur yang khas, menjadikannya berbeda dari benteng-benteng Belanda lainnya di Indonesia.

 

Konsep Unik “Block Huis” Tiga Lantai (H3)

Oleh bangsa Belanda, bangunan ini disebut sebagai Block Huis (Rumah Blok) karena konstruksinya yang lebih menyerupai rumah bertingkat, bukan benteng berdenah bintang lima yang lazim. Bangunan utamanya terdiri dari tiga lantai, lengkap dengan menara pengintai di puncaknya.

  • Lantai Satu: Dibangun dari bata merah dan digunakan sebagai penjara serta tempat penyimpanan mesiu.
  • Lantai Dua dan Tiga: Dibangun dari kayu, berfungsi sebagai barak prajurit dan ruang komando.

 

Tata Letak Pertahanan dan Lingkungan Sekitar

Meskipun berbentuk rumah, benteng ini dirancang sebagai struktur pertahanan yang kuat. Di sekelilingnya terdapat tembok pertahanan setebal 1 meter dan dua buah bastion (sudut pertahanan) di sudut timur laut dan barat daya. Luas area gabungan benteng dan Block Huis mencapai sekitar 1.865 meter persegi. Di dalam kompleks, terdapat sumur tua yang dahulu menjadi sumber air bersih utama.

 

3. Daya Tarik Wisata dan Lokasi

Kini, Benteng Amsterdam Ambon bukan hanya situs sejarah, tetapi juga destinasi wisata yang populer.

 

Daya Tarik Pemandangan Laut yang Memesona

Daya tarik utama benteng ini adalah lokasinya yang menjorok ke laut, menawarkan pemandangan Samudra Pasifik yang biru membentang dan garis pantai Desa Hila yang tenang. Pemandangan ini menjadikan Benteng Amsterdam sebagai spot fotografi favorit, di mana nuansa sejarah berpadu dengan keindahan alam bahari Maluku.

 

Lokasi Strategis di Maluku Tengah

Secara administratif, Benteng Amsterdam terletak di wilayah Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, sekitar 42 km dari pusat Kota Ambon. Jarak yang relatif terjangkau dari ibu kota provinsi menjadikannya mudah diakses oleh wisatawan.

 

4. Panduan Kunjungan

Rute Menuju Benteng Amsterdam Ambon

Untuk mencapai benteng ini dari Kota Ambon, Anda dapat menggunakan jasa sewa mobil yang memakan waktu sekitar satu jam, atau menggunakan angkutan kota (angkot) trayek Laha, kemudian disambung dengan minibus (AKDP) trayek Hila. Posisi benteng berada tepat di pinggir jalan utama sehingga mudah ditemukan.

 

Tips Berwisata Sejarah

Benteng Amsterdam dikelola dan dijaga oleh masyarakat setempat. Hingga saat ini, tidak ada tiket masuk resmi yang dipungut. Namun, biasanya terdapat kotak sumbangan sukarela di pintu masuk. Dana ini digunakan oleh warga setempat untuk membantu pemeliharaan dan perawatan situs bersejarah ini.

Post Tags :
Social Share :